Kamis, 24 November 2011

belajar berbahasa arab dan inggris

Lestarikan pengajian kitab kuning
15 Juli 2011 23:39 WIB
Majelis Taklim Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya

Kegiatan memperdalam ilmu agamadi Masjid Ampel mengingatkan kehadiran para pejuang Islam di kawasan lama Surabaya. Di sinilah, Islam berkembang secara luas di Nusantara. Tiada hari tanpa belajar ilmu agama hingga kini, di masjid bersejarah itu.

FATHIS SUUD
Surabaya

Semakin tua dan asli maka semakin banyak orang yang mencari, itulah prinsip yang digunakan abadi dalem Masjid Agung Sunan Ampel (MASA) di jalan Ampel Suci No.45 atau jalan Ampel Masjid No.53 Surabaya. Salah satu bangunan cagar budaya yang didirikan oleh Sunan Ampel itu hingga sekarang tak jauh berubah baik dari segi bangunan maupun berbagai kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid
Jika semasa hidup Muhammad Ali Rahmatullah, Masjid Ampel dijadikan sebagai pusat pendidikan dakwah Islam di tanah Jawa hingga mendapat sebutan pondok pesantren pertama di Pulau Jawa dan mampu melahirkan santri-santri yang alim hingga bergelar Waliyullah (kekasih Allah). Namun, yang masih bisa dilestarikan hingga saat ini hanyalah kegiatan pengajian (majelis taklim) ala pesantren.
Berbagai kegiatan majelis taklim yang dilaksanakan di Masjid Agung Sunan Ampel secara garis besar dibagi menjadi tiga, yakni harian, bulanan dan tahunan. Ahmad Nasir AR salah seorang abdi dalem Masjid Agung Sunan Ampel, mengatakan kegiatan majelis taklim harian dilaksanakan setiap usai (ba’da) Shalat Shubuh dan Sholat Maghrib yang bersifat umum.
Materinya mengacu pada kitab-kitab salaf yang sudah banyak diajarkan di berbagai pondok pesantren. Seperti, “Bulughul Marom,Taklim Muta’alim, Bidayatul Hidayah, Tafsir Ibnu Katsir, Tasfir Jalalain, Kasifatus Saja’, Bidayatul Hidayah, Sirajut Tholibin, Nashoihul Ibad, An nashoihud Diniyah, Nadhom Zubat, Sarah Hikam, Riyadush Sholihin, dan Taqrib Abu Sujak,” ujar Ahmad Nasir AR.
Sedangkan jadwal rincian majelis taklim harian di Masjid Agung Sunan Ampel adalah sebagai berikut; Senin ba’da Shubuh pengajian kitab Bulughul Marom diasuh oleh Ustad Abdullah Salim Bahreisy. Sedangkan usai sholat Maghrib berupa pengajian kitab Taklim Muta’alim diasuh oleh Ustad Umar Said.
Kemudian Selasa ba’da Shubuh pengajian kitab Bidayatul Hidayah diasuh Ustad Bahar dan setelah Maghrib pengajian kitab Sirajut Tholibin diasuh oleh KH Sholeh Qosim. Hari Rabu usai Shubuh pengajian kitab Tafsir Jalalain diasuh KH Ahmad Dzulhilmi dan malamnya ba’da Maghrib pengajian kitab Nashoihul Ibad diasuh KH Anas Abdul Muin.
Untuk hari Kamis ba’dal Shubuh diisi pengajian kitab An Nashoihud Diniyah diasuh Ustad Umar Said dan pengajian malamnya kosong (diliburkan), karena pada malam Jumat itu banyak peziarah makam Sunan Ampel dari berbagai daerah berdatangan. “Malam Jum’at itu kami prioritaskan bagi peziarah,” dalih pria berkumis tebal ini.
Sebaliknya untuk hari Jumat, pengajian ba’dal Shubuh diliburkan sehingga tinggal pengajian ba’dal Maghrib kitab Nadhom Zubat diasuh oleh Ustad Azhari. “Pengajian Jumat pagi dikosongkan supaya ada jeda waktu bagi petugas kebersihan membersihkan masjid Ampel untuk persiapan sholat berjamaah Jum’at,” tambah Nasir AR
Kemudian pada Sabtu kembali seperti biasa, pengajian ba’dal Shubuh mengkaji kitab Sarah Hikam diasuh oleh Ustad Umar Said dan malam usai Maghrib pengajian kitab Riyadhatus Sholihin diasuh Ustad Soleh Sahal. Sedangkan untuk Minggu ba’dal Shubuh pengajian kitab tafsir Ibnu Katsir diasuh Ustad Abdullah Salim Bahreisy dan malam usai Maghrib dilanjutkan dengan pengajian kitab Kasifatus Saja’ diasuh Ustad Shobahus Sulur.
Khusus untuk setiap Sabtu keempat usai Magrib dalam setiap bulan, dilaksanakan pengajian kitab Taqrib Abu Sujak yang diasuh oleh KH Ihya’ Ulumudin. “Semua pengajian harian baik ba’da Shubuh maupun ba’da Magrib dan bulanan itu juga bisa didengarkan langsung warga di rumah melalui radio Ampel Denta frekuensi gelombang 90,5 FM milik Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya,” beber bapak empat orang anak ini.
Sedangkan kegiatan majelis taklim yang sifatnya tahunan di Masjid Agung Sunan Ampel adalah bertepatan dengan peringatan haul Sunan Ampel yang ke 562 diperingati pada tanggal 21 ruwah atau bertepatan pada Sabtu 23 Juli 2011. Rangkaian acara haul sendiri dimulai pada Jumat (22/7) berupa tahlil Muslimat dan pengajian Muslimat yang akan menghadirkan Nyai Hj Salimah Hadi dan KH Sholihin dari Bangil Pasuruan.
Kemudian dilanjutkan pada Sabtu (23/7) berupa khatmil Qur’an yang ditutup dengan tahlil akbar oleh Habib Luthfi bin Yahya bin Hasyim dari Pekalongan dan malamnya pengajian umum oleh Habib Luthfi dari Pekalongan. “Penutup peringatan haul dilaksanakan khitanan massal dan pembacaan shalawat oleh ISHARI pada Minggu (24/7) malam,” cetus Nasir AR
Majelis taklim tahunan lainnya adalah bertepatan dengan bulan suci ramadhan, yakni peringatan malam 17 ramadhan atau yang dikenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an. Pada bulan ramadhan, Masjid Agung Sunan Ampel juga melaksanakan ta’jil bersama, sholat tarawih, tadarus dan sholat tasbih (qiyamul lail) pada 10 malam terakhir. “Sholat tarawih disini satu juz setiap malam, sehingga selama sebulan khatam 30 juz tetapi imamnya gantian dijatah 10 hari setiap orangm,” ungkap abdi dalem yang sudah mengabdi selama 19 tahun ini.
Masjid Agung Sunan Ampel juga memiliki sebuah yayasan yang bernama Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel (YAMASA) yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial. Diantaranya dengan membentuk Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA) untuk jenjang Diploma II yang terbagi dalam kelas intensif dan non intensif
Selain itu, juga memiliki Radio Ampel Denta 90,5 FM yang khusus untuk mensiarkan pengajian-pengajian yang dilaksanakan di Masjid Agung Sunan Ampel dan siaran soal berbagai hal yang erat kaitannya dengan pendidikan keagamaan. “Setiap lima waktu, radio Ampel Denta juga menyuarakan Adzan sehingga bisa dijadikan sebagai acuan masjid dan mushala di sekitar Surabaya untuk masuk waktu sholat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar